Minggu, 15 Februari 2009

Jayapura Banjir, Dewan Ikut Prihatin


Kossay: Pemkot Tidak Konsisten Dengan Aturannya

(SMA Negeri 4 Banjir Lagi, 500-an Siswa Tak Bisa Belajar)

JAYAPURA- Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Jayapura, akibat guyuran hujan yang melanda Kamis malam lalu, rupanya tak luput dari perhatian Wakil Ketua DPR Papua Paskalis Kossay, S.Pd.
Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi itu akibat dari kesalahan manusia sendiri yang tidak menjaga lingkungannya dengan baik. Sebab kata dia, rusaknya lingkungan adalah factor penyebab terjadinya bencana atau banjir tersebut. "Dari awal sebenarnya kita sudah wanti- wanti akan hal ini," ujarnya kepada Cenderawasih Pos kemarin.
Ia menilai pengembangan permukiman yang sekarang ini masih terus dilakukan di sekitar pegunungan Cyclop telah merubah tatanan lingkungan di sekitar pegunungan itu, sebab di hutan Cyclop sesungguhnya adalah areal konservasi yang harus dijaga hutannya.
"Tetapi yang kita lihat di bagian Entrop itu sebagian besar sudah gundul, di sana dibangun perumahan," katanya.
Akibatnya di tempat itu sudah tidak ada tempat peresapan air lagi dikala hujan, sehingga bagi dia tidak heran jika akhirnya terjadi setiap kali turun hujan. "Jadi itu sebabnya setiap kali hujan Entrop pasti banjir karena di bagian atas sudah tidak ada pohon untuk tempat untuk menyimpan air," katanya.
Kossay sangat yakin bahwa Pemkot Jayapura pasti memiliki aturan atau Perda yang memuat tentang larangan pembangunan di sekitar Cyclop, tetapi ia menilai Perda itu tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga masih ada orang yang membangun di sekitar areal Cyclop.
Tak hanya itu, Pemkot juga sudah menentukan bahwa areal pengembangan kota akan dilakukan di wilayah Timur Kota Jayapura, yakni ke arah Koya, tetapi hal itu ternyata belum sepenunya dilakukan. "Sejak awal kita juga sudah sampaikan bahkan Pemkot juga sudah memiliki tata ruang yang menentukan bahwa pengembangan kota dilakukan di wilayah Timur, tetapi sepertinya Pemkot tidak konsisten karena sampai sekarang masih saja ada pembangunan di wilayah konservasi," katanya.
Kata dia, wilayah Timur adalah satu-satunya cara bagi Pemkot untuk melakukan pengembangan kota. Untuk itu Tata Ruang itu harus dilaksanakan dengan baik. Selama tata ruang itu tidak dilaksanakan atau diikuti dengan baik, maka sulit bagi Kota jayapura akan terhindar dari bahaya seperti banjir.
Tak hanya itu, Kossay juga menilai bahwa pembangunan draenase di sekitar Kota Jayapura juga masih belum tertata dengan baik. Draenase antara satu dan lainnya tidak terintegrasi secara baik, sehingga di sejumlah tempat ada draenase yang terhambat belum lagi jika ada sampah atau material lainnya yang memenuhi saluran air sehingga menghambat aliran air. "Ini semua harus menjadi bahan pemikiran Pemkot, karena sayang juga kalau terus - terusan seperti ini, setiap kali hujan, pasti terjadi banjir, kita semua tidak ingin seperti ini apalagi Kota Jayapura adalah Ibu Kota Provinsi Papua yang sudah tentu menjadi cermin provinsi ini," tandasnya.
Atasi Banjir Dadakan Dengan Pembersihan Drainase
Sementara itu terkait dengan banjir dadakan ini, Pemkota melalui Dinas PU akan mengambil langkah prioritas dalam melakukan pembersihan drainase air (selokan) untuk mengatasi kemungkinan banjir dadakan yang muncul setelah hujan lebat.
Sedangkan bagi daerah yang dinilai belum memiliki sistem pembuangan air yang baik, menjadi masukan penting bagi pihaknya dalam pengusulan pembuatan saluran air secara terpadu.
Demikian Kepala Dinas PU Kota Jayapura, Ir. Agustinus Sapang, saat ditemui disela-sela kegiatannya di PTC, Entrop, Jumat (13/2) pagi.
Prioritas langkah pembersihan selokan tersebut menurutnya berdasarkan atas dasar pertimbangan masih cukup berfungsinya secara normal saluran pembuatan air. Ia mengambil sampel kejadian yang terjadi Kamis (12/2) malam di depan PTC ataupun Perumahan Lembah Vuria Kotaraja. Meskipun terjadi banjir dadakan dengan debet air lumayan akibat luapan air hujan yang cukup tinggi, namun air tetap mengalir dan tidak menimbulkan genangan dalam jangka waktu lama.
"Ini kan artinya got berfungsi, hanya saja secara umum kondisinya tidak mampu mengalirkan debet air yang berlebihan dengan analisa saluran yang makin kecil kemampuannya akibat sampah utamanya sampah plastik," katanya.
Untuk itu langkah pembersihan drainase yang selama ini dilakukan dianggap masih cukup memadai untuk mengurangi dampak tersebut, hanya saja dengan keterbatasan jangkauan yang dimiliki mungkin ada yang kebetulan belum bisa tuntas dibersihkan.
Upaya pembesaran drainase lanjutnya juga menjadi masukan penting dalam penganggaran pada kegiatan dimasa datang. Sebab soal penetapan perbaikan yang membutuhkan dana besar banyak melalui pertimbangan, terutama soal ketersediaan anggaran.Dengan adanya dampak kemarin, pihaknya berjanji akan lebih mengkoordinasikan dengan instansi terkait.
Terkait dengan 'dalamnya' banjir dadakan di sekitar Perumahan Furia Puskopad Kotaraja, yang dihubungkan dengan adanya pembukaan lahan di bagian atas perbukitan sekitar lokasi tersebut, sebenarnya hal tersebut sudah dipikirkan PU. Namun untuk tahun ini, mungkin lebih berkonsentrasi pada pembuatan badan jalan sedangkan drainase airnya menyusul di belakang.
Pihaknya berharap agar masyarakat bisa memahami keterbatasan PU Kota Jaypura yang memang terkait dengan banyaknya keluahan masyarkat seiring bertambahnya pendudukan kebutuhan yang sarana pemukiman yang baik juga semakin tinggi.
"Kita juga minta kesediaan warga untuk membantu pemerintah, salah satunya tidak membuang sampah di saluran air sebab akan mengganggu aliran air yang penting bagi penataaan kawasan.

Banjir SMAN 4///
Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura dan sekitarnya Kamis malam (12/2), tidak hanya membuat banjir di sejumlah tempat, namun SMA Negeri 4 Jayapura yang berlokasi di Entrop itu juga tergenang banjir.
Akibat kejadian ini, Jumat (13/2) kemarin, ratusan siswa di SMA Negeri 4 Jayapura ini tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar, karena sebanyak 13 ruang di sekolah tersebut tergenang air dan lumpur.
Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Edit Janny Soelistiowati,S.Pd saat ditanya Cenderawasih Pos mengatakan, pada Kamis malam (12/2) sekitar pukul 23.00 WIT, 2 orang guru dan penjaga sekolah yang tinggal di komplek SMA Negeri 4 itu sudah melakukan upaya untuk membendung air dari rawa yang masuk ke lokasi sekolah, namun karena hujan cukup deras, sehingga luapan banjir yang dari luar itu tetap bisa masuk ke lokasi sekolah ini.
"Akibat masuknya air dari rawa itu, 13 ruang kelas tergenang air mencapai sekitar setengah meter, yang terdiri dari 10 ruang milik kelas X dan 3 ruang yang sudah kosong, sehingga sekitar 500-an siswa kelas X itu tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar," paparnya.
Dengan kondisi ini, para siswa dan guru di SMA Negeri 4 tersebut kemudian melakukan kerja bhakti untuk membersihkan ruang-ruang kelas yang tergenang air dan lumpur itu.
Dikatakan, banjir di SMA Negeri 4 ini memang sudah sering terjadi dan ketika dirinya dipercaya menjadi kepala sekolah di SMA Negeri 4 ini, langkah yang dilakukannya antara lain dengan membuat talud di depan pintu setinggi 0,5 meter untuk mencegah masuknya air ke dalam kelas, namun karena banjir lebih tinggi, sehingga air tetap bisa masuk ke dalam ruang kelas.
Upaya lainnya, pihak sekolah sudah membuat permohonan pembuatan drainase ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura dan Provinsi Papua, namun hingga kini belum ada realisasinya. "Sebelum saya di sini, sudah pernah ada kunjungan dari DPR RI dan dari Pemda, tetapi kunjungan itu belum membawa perubahan bagi sekolah kami," ujarnya.
Pihaknya berharap, seandainya permohonan pembangunan drainase itu tidak bisa direalisasikan, setidaknya pemerintah memprogramkan pembangunan ruang kelas baru untuk menggantikan ruang kelas yang sering terkena banjir itu, karena memang lokasi tersebut termasuk rendah. "Seperti halnya ruang-ruang kelas untuk kelas XI dan XII, ruang-ruang itu tidak terkena banjir karena bangunannya lebih tinggi," ucapnya. (ta/eno/fud)

Rabu, 11 Februari 2009

Pengusaha dan Konsultan Divonis 1 Tahun Penjara

Pengusaha dan Konsultan Divonis 1 Tahun Penjara
Juga Didenda Rp 50 Juta dan Plus Subsider 3 Bulan
BIAK-Setelah melalui proses persidangan yang cukup panjang Limbert dan Suhardjo dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan meubelair SMA Katolik Biak Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Biak Numfor menjalani sidang putusan, Selasa (10/2) kemarin.
Kedua terdakwa divonis bersalah masing-masing satu tahun kurungan penjara dipotong masa tahanan dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. Vonis satu tahun kurungan penjara itu lebih ringan dari tuntan jaksa yang menututnya 2 tahun kurungan penjara.
Sidang putusan yang dipimpin Maria Sitanggang, SH sebagai ketua majelis hakim dan Imanuel Baru, SH sebagai anggota menyatakan kedua terdakwa terbukti dengan sah terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan meubalair di SMA Katolik Biak dengan nilai proyek Rp 349 juta.
Penasehat hukum kedua terdakwa Gustav Kawer, SH, M.Si menilai putusan hakim kurang memperhatiakan fakta lapangan, keterangan saksi dan surat berupa bukti-bukti. "Kami melihat putusan hakim ini kurang memperhatikan bukti dan fakta yang ada, mestinya mereka memperhatikannya saat mengambil pertimbangan putusan," tandas Kawer.
Lalu bagaimana sikap yang akan diambil terhadap putusan itu? Kawer mengatakan pihaknya kemungkinan bessar akan banding ke pengadilan tinggi. "Ya untuk banding kemungkinan kami tetap akan lakukan, namun intinya masih tetap pikir-pikir karena masih ada waktu 7 hari," tandasnya.
Sementara itu pihak jaksa juga nampaknya demikian. Agus Robani, SH dan Lenny Silaban, SH yang bertindak sebagai jaksa dalam kasus itu nampaknya juga masih pikir-pikir. "Waktu yang diberikan kan 7 hari, jadi kami juga masih pikir-pikir tentang banding," tandas Kajari Biak Abraham B Sitinjak, SH, MH saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos tentang sikap yang akan diambil pihaknya.
Sekedar diketahui bahwa dalam kasus pengadaan meubelair SMA Katolik Biak di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Biak Numfor menyeret empat orang ke meja hijau. Limbert dan Surhadjo telah divonis hakim 1 tahun penjara, sementara Drs Hendrik Jan R dan Paul R, S.Sos rencana sidang putusannya akan dilakukan Jumat besok atau Senin pekan depan.###

Pemilu, Waspadai Separatis ....!!!

Pemilu, Waspadai Gangguan Separatis
JAYAPURA- Keberadaan gerakan separatis bersenjata (GSB) di Papua tampaknya masih harus diwaspadai. Apalagi kelompok tersebut saat ini memiliki senjata hasil perampasan dari anggota Polri, yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan orang, terlebih lagi menjelang pelaksanaan Pemilu.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution mengungkapkan, meski kekuatan kelompok separatis tersebut sangat lemah, namun keberadaan mereka masih menjadi ancaman sehingga harus diwaspadai.
" Hal yang sangat penting yang harus kita waspadai bersama adalah senjata yang mereka miliki. Sebab, mungkin bisa saja terjadi, senjata yang mereka pegang itu menjadi ancaman pada pelaksanaan Pemilu mendatang," tegas Pangdam pada acara Coffe Morning bersama insane Pers di Aula Tonny A Rompis Makodam, Selasa (10/2) kemarin.
Berkaitan dengan ancaman senjata dari kelompok separatis tersebut, pihaknya telah mengantisipasinya dengan melakukan operasi intelejen untuk mengetahui dan menginventarisir lokasi-lokasi atau di daerah-daerah mana saja yang perlu diwaspadai.
Sebab, kewaspadaan ini sangat penting untuk menghindari dan mencegah hal-hal buruk yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Terlebih lagi, sampai saat senjata-senjata yang dirampasan dari anggota Polri masih dipegang kelompok tersebut. " Sehingga hal-hal ini yang menjadi kekhawatiran kita bersama, jika sampai senjata tersebut disalahgunakan untuk menganggu pelaksanaan Pemilu," terangnya.
Disinggung sejauh mana ancaman kelompok separatis tersebut, sehingga perlu diwaspadai, menurut Pangdam, untuk sementara ini berdasarkan analisa intelejen, keberadaan kelompok separatis belum ada kekhawatiran. Namun, yang harus diwaspadai adalah pengunaan senjatanya yang kemungkinan bisa membahayakan dan menganggu keamanan.
Berkaitan dengan hal ini, seluruh prajurit yang bertugas di lokasi-lokasi yang dianggap rawan gangguan, diminta tetap menjaga kewaspadaan. Sebab, berdasarkan pengalaman yang ada, kelompok separatis setiap melakukan gangguan selalu memanfaatkan kelengahan prajurit.
Disinggung adanya mobilisasi warga dari PNG ke wilayah Indonesia jelang Pemilu, Pangdam mengaku sudah mewaspadainya dengan mengintensifkan pengamanan TNI di wilayah-wilayah perbatasan.
Namun, demikian dengan luas dan panjangnya wilayah perbatasan, dirinya menyadari tidak bisa sepenuhnya menjaga perbatasan tersebut.
" Yang namanya masih ada celah-celah untuk masuk ( ke wilayah RI) kami tidak bisa dipungkiri, hal ini menginggat jumlah anggota yang bertugas di perbatasan tidak sebanding dengan luasnya wilayah perbatasan. Namun setidaknya isu-isu ini akan menjadi bahan informasi kami untuk lebih meningkatkan kewaspadaan jelang Pemilu," pungkasnya.###

Kamis, 05 Februari 2009

Hendrik Kaiseipo Caretaker Bupati Nabire

NABIRE

ASISTEN II Setda Provinsi Papua Drs Hendrik P. Kaiseipo, MM dilantik sebagai Penjabat (Caretaker) Bupati Nabire oleh Gubernur Papua, Barnabas Suebu,SH, di Gedung Negara, Rabu (4/2), kemarin. Pada kesempatan itu gubernur menegaskan bahwa tugas utama penjabat bupati ini adalah menuntaskan sisa tahapan Pilkada di Nabire.
Dikatakan, penundaan Pilkada di Kabupaten Nabire memang menjadi suatu persolan tersendiri, karena pada satu sisi masyarakat menginginkan Pilkada bisa cepat selesai, tetapi kemudian menjadi tertunda karena bertentangan dengan aturan.
"Oleh karena itu, kehadiran penjabat bupati yang baru, tugas utamanya adalah untuk melaksanakan sisa tahapan Pilkada yang tertunda ini. Disini saya ingin tegaskan bahwa penundaan ini bukan berarti (Pilkadanya) akan dimulai dari nol, tetapi setelah pelaksanaan Pilpres nanti akan dilanjutkan dengan sisa tahapan Pilkada yaitu pemungutan suara, penghitungan suara dan seterusnya,"tegas gubernur.
Pihaknya juga mengingatkan penjabat bupati bahwa pemerintah memang dilarang oleh undang-undang untuk melakukan intervensi terhadap pelaksanaan Pilkada yang sepenuhnya merupakan kewenangan KPU. "Tugas pemerintah adalah memberikan dukungan baik dalam bentuk fasilitas maupun dana yang diperlukan agar tahapan Pilkada yang tertunda bisa dilaksanakan dengan baik dan sukses," terangnya dalam pelantikan yang juga dihadiri para pejabat dari Nabire itu.
Gubernur berharap, dari Pilkada nanti akan terpilih bupati dan wakil bupati yang baru untuk melanjutkan kepemimpinan di Nabire supaya terus maju dan berkembang bersama kabupaten lainnya. "Kita harapkan Pilkada nanti melahirkan kepemimpinan baru yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk melanjutkan kepemimpinan wilayah Kabupaten Nabire. Supaya lebih maju, lebih stabil, lebih baik dan lebih sejahtera," hrapnya.
Pada kesempatan itu, gubernur juga menyatakan, tugas-tugas pemerintahan, membina masyarakat dan tugas-tugas untuk melanjutkan program-program pembangunan terutama program-program yang menyangkut hajat hidup orang banyak di kampung-kampung, juga harus dilanjutkan, sehingga rakyat di kampung-kampung tidak terganggu oleh hiruk pikuk Pilkada.

Kakek Perkosa Cucu

Dilakukan Sejak Oktober 2008

MERAUKE-

KASUS permerkosaan kembali terjadi di Merauke. Kali ini dilakukan seorang kakek berumur 53 tahun berinisial FY terhadap cucu tirinya sebut saja Mawar yang baru berumur 12 tahun. Kasus itu terjadi sejak Oktober 2008 lalu secara berulang-ulang dan baru dilaporkan keluarga korban, Rabu (4/2) sekitar pukul 17.30 WIT.
Kapolres Merauke AKBP Hadi Ramdani, SH, didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda H Edwin Ariawang, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Menurut Kapolres, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, kasus pemerkosaan tersebut terjadi pertama kalinya sekitar 1 Oktober 2008. Saat itu, korban yang tercatat duduk di kelas II salah satu SMP di Kota Rusa itu, pulang dari sekolah ke rumah dimana saat itu hanya korban dan pelaku yang tinggal di rumah tersebut.
Sedangkan istri pelaku sedang berada di rumah anaknya yang merupakan orang tua korban di Timika. Setelah pulang sekolah dan makan siang, korban kemudian istirahat di dalam kamarnya dengan pintu terkunci. Pelaku yang sedang dipengaruhi minuman keras kemudian masuk ke dalam kamar korban dengan cara memanjat tembok lewat flapon.
Setelah berada di dalam kamar itu kemudian pelaku memperkosa korban. Korban saat itu lanjut Kapolres, berusaha berteriak namun langsung diancam oleh pelaku
akan memukulnya bila melawan dan berteriak. Namun saat pelaku sedang memperkosa korban, tiba-tiba korban berteriak karena merasa sakit, namun pelaku kembali menghardik korban untuk diam.
Karena kembali diancam, korban terpaksa diam dan hanya pasrah saja. Perbuatan tersebut dilakukan pelaku secara berulang-ulang yang menurut korban tidak diingatnya lagi.Perbuatan bejat sang kakek tersebut terbongkar saat tetangga korban yang curiga terhadap sikap korban yang tidak keluar rumah sejak pulang sekolah yang tidak biasanya dilakukan korban saat sang nenek masih berada di rumah.
Kecurigaan itu kemudian disampaikan ke pihak keluarga korban. Lalu pihak keluarga korban mendesak korban untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada diri korban. Karena terus didesak akhirnya korban menceritakan perbuatan yang dilakukan sang kakek tirinya itu. Tidak terima, keluarga korban langsung melaporkan kasus tersebut untuk diproses secara hukum.
''Pelaku sudah kami tangkap dan mulai menjalani penahanan,''tandas Kapolres. Tersangka sendiri tambah Kapolres, akan dijerat Pasal 81 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 285 KUHP Tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Januari, 8 Kasus Baru HIV/AIDS

MERAUKE-

PENYEBARAN HIV/AIDS di Kabupaten Merauke tampaknya terus meningkat. Buktinya sepanjang Januari lalu, telah berhasil ditemukan 8 warga yang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS. ''Memang benar, selama Januari itu telah ditemukan 8 yang positif HIV/AIDS, "kata Kepala Pusat Kegiatan Reproduksi (PKR) RSUD Merauke dr Selvia Ingie, ketika ditemui Cenderawasih Pos, di ruang kerjanya, Rabu (4/2).
Menurutnya, 8 yang positif terinfeksi tersebut ditemukan dari 189 warga yang melalui test pemeriksaan darah dari seluruh pusat-pusat VCT yang ada di Kabupaten Merauke baik 2 rumah sakit ( RSUD dan Bunda Pengharapan) Merauke maupun Puskesmas yang ada.
Dari 8 yang positif itu juga, tercatat 2 diantaranya merupakan pekerja seks komersial sedangkan 6 lainnya dari umum. Saat itu, dr Silvia Ingie enggan memberikan data tersebut dengan alasan bukan wewenangnya. ''Kami di sini hanya merekap hasil itu dari seluruh pusat VCT kemudian kami laporkan ke dinas. Dinas yang berwenang memberikan keterangan ini dan laporannya itu disampaikan pertriwulanan,''katanya memberi alasan.
Menyinggung keberadaan KPR selama ini, Silvia mengaku rata-rata dikunjungi sekitar 200 orang setiap bulannya baik untuk konseling, pemeriksaan darah (test HIV/AIDS maupun IMS (Infeksi Menular Seksual). ''Ada yang datang dengan kesadaran sendiri melalui informasi yang diperoleh dan ada pula karena memang rujukan,''katanya.
Dari pantauan Cenderawasih Pos selama ini yang terbanyak mengunjungi KPR adalah mereka yang bekerja di tempat-tempat hiburan, seperti, lokalisasi, bar, diskotik atau tempat pijat.

Pijat Gratis di Pengungsian

JAYAPURA

HARI kelima pasca kebakaran yang melanda APO Bengkel, bantuan kepada korban kebakaran terus mengalir dari berbagai kalangan. Bantuan yang diberikanpun beragam mulai dari bahan makanan, pakaian layak pakai, peralatan rumah tangga dan bentuk lainnya.
Namun bantuan yang diberikan DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jayapura Utara, Selasa (3/2) berbeda dengan yang lainnya yaitu dengan memberikan bantuan pijat tradisional secara gratis kepada para pengungsi.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, pijat gratis tersebut, disambut positif para pengungsi korban kebakaran. Bahkan mereka rela antri menunggu giliran untuk mendapatkan layanan pijat gratis tersebut.
DPC PKS Jayapura Utara dalam Aksi Pijat Tradisional secara gratis ini, menurunkan 4 orang tenaga pijat tradisional, 3 diantaranya pria dan 1 wanita untuk melayani pengungsi yang membutuhkan pijat tersebut.
Warso, salah seorang pengungsi mengakui senang dengan aksi pijat tradisional secara gratis yang dibuka oleh PKS tersebut. 'Saya senang sekali karena terbantu dimana capek-capek saya hilang,' kata Warso kepada Cenderawasih Pos usai dipijat.
Ketua DPC PKS Jayapura Utara, Ahmad Jaenuri LC mengakui bahwa aksi pijat tradisional yang diberikan secara gratis, merupakan kepedulian pihaknya kepada warga yang membutuhkan. "Pasca kebakaran, tentu mereka kecapekan, apalagi tinggal ditenda-tenda berdesakan, sehingga kami berusaha membantu dengan memberikan layanan pijat gratis ini,"ujarnya.
Aksi pijat gratis ini, lanjut Jaenuri, merupakan lanjutan bantuan yang diberikan PKS sebelumnya, yakni layanan kesehatan dan pakaian layak pakai, yang direspon dengan baik oleh para pengungsi, bahkan jumlah pengungsi yang mendapatkan layanan pijat tradisional tersebut mencapai 70 orang.
Semnetara itu, sebagai ungkapan rasa peduli terhadap sesama, anggota Korem 172/PWY, kemarin juga menggelar karya bhakti di sekitar penampungan korban kebakaran APO.
Karya bhakti itu itu antara lain melaksanakan pembersihan, sekitar penampungan dari sampah-sampah yang berserakan, membabat rumput agar tempat tersebut terlihat bersih. Selain itu, anggota Korem 172 juga melakukan pengasapan untuk mengusir nyamuk yang menjadi penyebab penyakit malaria.
"Kegiatan karya bhakti ini sengaja dilakukan oleh Korem 172 selain karena rasa peduli terhadap sesama juga dalam rangka melaksanakan program teritorial Korem 172 yang salah satunya adalah membantu masyarakat yang tertimpa musibah," terang Kepala Penerangan Korem 172/PW Kapten Inf Dwi Sapto P.
Tak hanya anggota Korem 172, ibu-ibu Persit Korcab Rem 172 PD XVII/Cenderawasih juga tak mau ketinggalan, dipimpin ketuanya Ny Diah Made Sukadana, ramai - ramai mereka mengunjungi korban kebakaran yang jumlahnya ratusan itu. Tak hanya mengunjungi, mereka juga membawa bantuan mulai dari susu, gula teh, beras, alat tulis, seragam sekolah, hingga pembalut wanita. Bantuan itu diterima langsung oleh panitia penanganan korban dari Dinas Sosial Kota Jayapura.
Kepada para korban tersebut, Ny Diah Made Sukadana mengajak para korban untuk lebih berserah diri kepada Tuhan karena semua yang terjadi adalah kehendakNya sehingga mereka harus menerimanya dengan ikhlas. "Ibu - ibu yang sabar ya, dekatkan diri dan berserah dirilah kepada Tuhan sehingga beban yang dipikul terasa ringan," katanya kepada sejumlah ibu- ibu yang menjadi korban kebakaran.